Cintanya yang kandas membuat Mada (Abimana Aryasatya), pria berusia
27 tahun itu, meluapkan kemarahannya pada Tuhan. Ia marah karena merasa
Tuhan telah mengabaikan doa sekaligus harapannya untuk bersatu bersama
Sophia (Dewi Sandra), dalam ikatan pernikahan.
Hatinya hancur.
Pernikahan di depan mata terpaksa dibatalkan. Ia tak sanggup menanggung
malu di hadapan penghulu dan tamu undangan, setelah mengetahui Sophia
kabur menjelang acara ijab kabul. Ia merasa Tuhan mempermainkannya. Iman
dan keyakinannya goncang.
Mada kemudian memutuskan pergi sejauh mungkin dari rumahnya. Ia
berkelana ke negeri orang tanpa ada tujuan jelas. Sejak saat itu pula,
ia berhenti menjalankan salat. Bahkan, ketika mendengar ayahnya
meninggal dunia di tanah suci Mekkah saat menunaikan ibadah haji, ia
menolak ajakan sang kakak untuk melakukan salat ghaib.
Sebagai
Muslim yang taat, Mada berubah 180 derajat. Ia berusaha melupakan masa
lalunya dengan bersenang-senang di Thailand. Ia mabuk-mabukan. Bahkan ia
tak takut mati ketika seorang preman pasar dengan pisau di tangannya
menantangnya duel supaya mendapatkan dompetnya kembali.
Ia
memenangkan duel dengan mematahkan leher lawannya. Keesokan harinya, ia
jadi buronan kawanan preman dan pihak kepolisian. Hidupnya diliputi
kecemasan. Atas saran seseorang ia lantas melarikan diri ke Vietnam
dengan membawa dengan luka di perutnya akibat sayatan pisau sang preman.
Lepas
dari kejaran tak membuatnya merasa tenang. Ia dihantui mimpi buruk
setiap memejamkan mata: ia jatuh dari atas balon udara yang robek karena
ujung kubah.
Sipaya tidak penasaran teman-teman dapat mendownloadnya Di Sini
Sumber synopsis:http:http://www.tribunnews.com/seleb/2014/09/27/film-haji-backpacker-seorang-yang-murtad-menemukan-jalan-pulang

